Rabu, 23 Desember 2009
Sabtu, 10 Januari 2009
Sekilas Cerita Dari Museum Trinil Ngawi
Museum Trinil, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Indonesia
Museum Trinil atau Kepurbakalaan Trinil terletak di dukuh Pilang, desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Berjarak 14 km dari Kota Ngawi ke arah Barat daya, pada KM 10 jalan Raya Ngawi -Solo ada pertigaan belok ke arah Utara. Dan Sepanjang 3 km perjalanan baru sampailah pada Museum Trinil. Dan Letaknya sendiri di Pinggiran kali Bengawan Solo, dan layaknya situs-situs kepurbakalaan yang ada di tanah air memang cenderung dipinggiran sungai. Seperti halnya situs Sangiran atau situs sambung macan Sragen juga dibantaran sungai Bengawan solo.
Disebelah Barat daya di halaman Museum terdapat bangunan berupa Monumen yang didirikan oleh Eugene Dubois yang pertama kali menemukan situs ini.Di monumen itu dituliskan angka tahun pertama kali penemuan fosil manusia purba yang diberi Nama Pithecanthropus Erectus. Disamping manusia purba didalam museum sendiri juga banyak ditemukan berbagai macam fosil binatang purba, yang paling terkenal adalang ditemukan gading Gajah Purba yang sangat besar sekali jika dibandingkan dengan ukuran gading gajah biasa.
Dan manusia purba ini diperkirakan berada pada jaman pleistosin tengah atau 1 juta tahun yang lalu.
Dari berbagai temuan adalah:
Golongan primata
- Pithecanthropus Erectus Dubois
- Pithecanthropus Soloensis
- Pongo Pygmaeus Hoppins
- Symphalangus Syndoctylus Raffles
- Hyaobates Ofmeloch Andebert
- Nacaca Fascicalois
Museum Trinil merupakan warisan kepurbakalaan dunia yang semestinya harus dirawat dan dijaga demi perkembangan pengetahuan.
Terdapat disamping Gapura pintu sebuah patung Gajah Purba yang fosilnya juga ditemukan didaerah Trinil ini
Dibelakangnya nampak peta penyebaran penemuan Fosil manusia purba yang ada diseluruh dunia.
Label: Traveller
Larung, Ngebel,Ponorogo,East java, Endonesa
Larung
Adalah sebuah rangakian prosesi kegiatan budaya yang ada setiap bulan muharam atau suro untuk orang jawa. Tepatnya di telaga Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia setiap tanggal 1 Suro prosesi kegiatan larung ini diselengggarakan. Sebagai rangkaian acara Grebeg Suro yang sudah menjadi agenda tahunan pemerintah Kab. Ponorogo. Agenda besar dari Grebeg Suro yang dapat menyita perhatian adalah Festifal Reog Nasional dan kegiatan Larung sendiri.
Kegiatan Larung sendiri adalah sebuah bentuk ritual kepercayaan dari masayarakat setempat yang telah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.Larung ini adalah kegiatan menenggelamkan 2 buah Tumpeng raksasa yang terdiri dari Tumpeng Beras Ketan Merah dan Tumpeng Hasil Bumi. Dalam filosofinya sendiri adalah kegiatan Larung adalah sebuah persembahan rasa syukur kepada sang pencipta atas berbagi nikmat dan karunia alam yang begitu besar. Jaman dulu kala sebelum berbagai agama konvensional datang di negara kita,masyarakat lokal sebenarnya telah banyak mengerti tentang rasa bersyukur. Dan dalam tradisi masyarakat Jawa rasa syukur pada sang pencipta tersebut di-Ejawantahkan dalam sebuah kagiatan semisal Larung. Mereka menyisihkan sebagian rejeki untuk sebuah persembahan agung bagi sang alam itu sendiri yang mereka anggap telah memberikan berbagai kemudahan dalam hidup mereka.
Kembali ke masyarakat modern, seiring dengan arus perkembangan jaman prosesi Larung sendiri telah berubah menjadi potensi wisata budaya yang dikemas dalam rangkaian Grebeg Suro oleh PemKab. Ponorogo.
Kegiatan dimulai dengan persembahan tarian Reog Ponorogo yang sangat terkenal itu. Dilanjutkan dengan acara kirab larung atau Arak-arakan 2 buah Tumpeng raksasa mengelilingi Telaga Ngebel. Setelah tiba di area pelepasan tumpeng, disini ada 1 tumpeng yang berisi berbagai hasil bumi yang diperebutkan oleh masayarakat setempat. Dan mitosnya sendiri jika mendapatkan dari tumpeng juga mendapatkan berkah dari acara tersebut. Dan memang percaya pada mitos tidak bisa dilepaskan dari masyarakat jawa pada umumnya.Seperti halnya kegiatan Sekaten di Keraton solo yang setiap Kebo Kyai Slamet ikut pawai keraton solo masyarakat selalu menunggu si Kebo untuk buang hajat dan memperebutkannya.
Dan untuk 1 Tumpeng yang berisi beras ketan Merah dilarungkan atau dibawa ke tengah telaga untuk ditenggelamkan.Dan berakhirlah prosesi kegiatan Larung...
Label: Traveller
Sabtu, 06 Desember 2008
Taman Bunga Nusantara Bogor
Taman Bunga Nusantara....
Namanya saja taman bunga jadi kita disini disuguhi macam-macam bunga yang terhampar luas dengan suasana pegunungan yang sejuk. Tepatnya didaerah puncak-Bogor, perjalanan sekitar 2 jam dari jakarta atau Bekasi denag catatan tidak macet......
Label: Traveller

