Pagi menjelang disaat orang sibuk berangkat menuju tempat kerja masing-masing dengan semangat karena akan disambut weekend,kita dikejutkan dengan ledakan Bom yang menggunjang seluruh bangsa ini. Dua buah Bom meledak di dua tempat terpisah ,satu di JW Mariot dan satunya ada di Ritz Charlton yang keduanya merupakan dua buah Hotel kelas dunia yang memiliki tingkat keamanan tinggi.
Salah satu hotel ini direncanakan untuk tempat menginap tim MU yang akan bertanding melawan Timnas All Star di Gelora Bung Karno pada tanggal 20 Juli ini dalam rangkaian Tur Asia 2009. Dengan kejadian ini , sontak pihak MU membatalkan bertanding di Indonesia dengan alasan keamanan. Bisa dibayangkan berapa kerugian secara financial yang dari panitia secara jauh2 hari telah sould out dalam penjualan tiketnya.
Karena tindakan biadab ini secara langsung membawa dampak yang besar bagi bangsa ini, dimana citra bangsa dan negara dipertaruhkan untuk menunjukan kepada dunia international bahwa Indonesia adalah negara Aman dari segala bentuk terorisme. Satu tindakan segelintir orang saja telah menghancurkan reputasi bangsa ini ..sungguh tidak beradab.
Jiwa -jiwa orang yang tidak bersalah kembali menjadi korban dengan kejadian ini, darah berceceran kembali membasahi bumi pertiwi ini sebagai tumbal dari keganasan sang Kala.
Wong Takon wong sing dur angkoro...
Antarane riko aku iki
Sumebar roro raning kiro
Janji sabar...sabar sak wetoro wektu
Kolo mangsane , ni mas
Titi kolo mongso...
Pamujiku dibiso
Sinudyo korban jiwo rogo
Pamungkase kang dur angkoro
Titi kolo mongso...
Sabtu, 18 Juli 2009
Jakarta Meledak lagi
Label: Celoteh
Rabu, 08 Juli 2009
Pemilihan Presiden 2009
Pemilihan Presiden putaran 1 (2009)
Hari ini bangsa indonesia melaksanakan tahapan pesta demokrasi yang berlangsung ditahun 2009 ini. Tahapan pilpres 2009 dilaksanakan serentak hari ini menentukan masa depan bangsa indonesia 5 tahun kedepan.
Diwarnai dengan kekisruhan masalah DPT yang tidak jelas dari KPU menimbulkan protes dari kalangan peserta pilpres. Dengan dikeluarkanya kebijakan MK bahwa yang tidak terdaftar di DPT bisa menggunakan KTP untuk menyalurkan aspirasinya. Masalah yang telah banyak disoroti paska pemilu legislatif kemarin ternyata tidak ada perubahan dari penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU untuk memperbaiki masalah kesemrawutan DPT. Mulai dari adanya daftar pemilih ganda hingga tidak terdaftarnya peserta pemilu yang semestinya mempunyai hak yang sama untuk memilih.
Tapi hari ini masayarakat Indonesia memilih pemimpin negara yang duduk di kursi RI 1,mengharapkan pemilu yang berlangsung jujur, adil dan bermartabat. Itu merupakan harapan seluruh komponen bangsa Indonesia dengan terwujudnya proses Demokrasi yang jujur dan adil yang menghasilkan pemimpin bangsa yang mampu membawa perubahan bangsa ini kearah yang lebih baik.
Harapan yang sebenarnya tidak muluk-muluk dari rakyat,mereka hanya membutuhkan para pemimpin yang benar-benar mengerti apa yang sebenarnya dibutuhkan bangsa ini. Bisa mebawa perubahan yang lebih baik,menciptakan kesejahteraan ,keamanan dan kenyamanan
Kemiskinan sebagai Objek
Menjelang Pilpres 2009
Saat kampanye presiden berlangsung banyak sekali tema yang diangkat untuk perubahan bangsa ini. Mulai dari topik Ekonomi, Pendidikan,Hankam, Agama, Pengangguran, Serta angka kemiskinan bangsa ini yang semakin tinggi. Banyak yang mengangkat tentang tema kemiskinan yang sering diperdebatkan di media televisi. Para calon kandidat presiden memberikan tanggapan serta program dan misi-misinya untuk mengurangi angka kemiskinan bangsa ini. Memberikan janji serta harapan selangit yang tentunya semua mempunyai tujuan sama yaitu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan..
Tapi yang menjadi pertanyaan saya adalah ,apakah mereka berbicara seperti ini hanya saat kampanye saja ataukah memang tujuan mulia serta program-program kongkret yang mereka jalankan saat mereka benar-benar menjadi presiden.
Tidak sedikit dari mereka yang turun kejalanan, ke pasar untuk memenuhi rakyat kecil, dengan misinya tentang ekonomi yang pro rakyat. Ekonomi yang mampu menumbuhkan kesejahteraan mereka,meningkatkan taraf hidup .
Jangan hanya sekedar orang miskin serta potret kemiskinan bangsa ini hanya sekedar obyek yang dijual oleh para kandidat untuk meraup suara dalam pilpres 2009. Sangat kasihan sekali jika saudara-saudara kita yang kurang beruntung ini menjadi sebuah obyek kampanye pilpres kali ini. Setelah proses pemilihan mereka terlupakan dan tersingkirkan kembali seperti keberadaannya sekarang ini. Harapan yang tinggi mereka gantungkan kepada para pemimpin tertinggi negara ini untuk bisa membantu meringankan beban hidup mereka.
Label: Celoteh

